Senin, 19 Januari 2015

Terima Kasih Pernah Datang lalu Pergi



Dear Inisial IM..
Terima kasih pernah datang, memberi harapan, lalu pergi. Terima kasih sudah menggoreskan sedikit luka di hatiku. Dan terima kasih telah memberiku pengalaman baru.
Kamu datang di saat yang tepat, saat aku terluka dengan orang di masa laluku, saat aku merindukan seseorang yang selalu mengabaikanku. Awalnya aku memang tidak yakin, bahkan tidak pernah yakin. Tapi kamu dengan kesabaranmu, perlahan membuatku cair, perlahan mulai mengerti aku yang terluka karena masa laluku.
Perjalanan belum kita mulai, tapi aku sudah mulai menumbuhkan harapan. Namun saat harapan itu tumbuh, kamu berubah. Memasuki minggu kelima perkenalan kita, aku merasakan kamu sangat berbeda. Aku yang sudah mulai yakin merasakan ragu. Dan tibalah hari itu, dengan alasan kamu tak ingin membuatku sakit lagi kamu memintaku untuk menjauhimu. Dengan sangat yakin aku mengiyakannya.
Perdebatan demi perdebatan, dan argumen demi argumen bermunculan, kau memang sangat pandai dalam hal bersilat lidah. Ku kira alasan yang kau berikan memang benar adanya, ternyata dugaan awal ku benar. Yang berinisial M yang kamu maksud bukan aku, melainkan wanita lain. Saat aku tau, aku hanya tertawa. Bagiku hal semacam ini sudah biasa, walaupun ini pertama kalinya aku gagal jadian karena orang ketiga.
Aku Cuma mau bilang, jangankan kamu yang baru dekat sebulan, aku yang udah pacaran dua tahun bisa move on. Bagiku satu bulan hanya setetes air dalam gelas. Melihatmu memakai Display Picture pake foto dia aku biasa aja. Jadi biasakan dirimu ya, aku orangnya santai kok. Dari awal aku juga tidak terlalu berharap lebih. Terima kasih saja sudah pernah menumpang dalam hidupku.

1 komentar: