Senin, 25 Agustus 2014

galau lagi


Salah Sayang


Ini lebih sakit dari di putusin kemaren. Gue berharap sama orang yang Cuma nganggep gue temen aja. Ya, itu emang salah, salah bangt. Tapi mau gimana lagi cinta ini udah terlanjur datang ke gue, gue ga bisa nolak. Miris emang hidup gue, pacaran sama cowok yang eksis gue malah di nomor 2 kan, deket sama mantan yang pendiam malah di diemin kayak gini.
Sekarang gue lagi sendirian di rumah, biasanya kalo sendirian kayakk gini selalu ada pacar yang nemenin gue. Mungkin gue udah kebiasaan di dampingi pacar, jadi ketika jomblo kayak gini gue jadi ngenes banget. Gak keurus. Tapi kalo punya pacar yang posesif lebih baik gue jomblo aja, kapok pacaran sama orang posesif udah kayak di penjara aja gue.
Kayaknya gue lebih galau di diemin kayak gini dari pada gue putus kemaren. Sekarang rasanya kayak remuk seribu gak bisa di lem lagi. Iya hati sama jantung gue yang remuk. Cinta yang datang terlambat itu lebih sakit loh dari pada orang yang cintanya gak di bales. Mungkin karna cinta yang datang terlambat itu adalah bagian dari penyesalan yang dulu pernah nyia-nyiain orang yang sayang sama kita.
Gue masih belum pernah di gantungin tapi gue tau sakitnya kayak gimana karena gue pernah gantungin orang. Ya, mungkin karma. Tapi kenapa playboy-playboy di dunia ini masih berkeliaran ya kalau ada karma. Kenapa gak di jatuhin karma yang setimpal. Playboy itu lebih kejam dari pembunuh tau gak, karna mereka membunuh asa orang yang dia selingkuhin.

Dilema




Dua bulan lagi anniversarry saya dan pacar saya. Tapi hari ini tiba-tiba perasaan saya tidak seperti biasanya. Mungkin karena saya terlalu lelah dengan orang yang egois, posesif, dan arogan. Mungkin bagi kebanyakan orang, saya adalah cewek yang bodoh, yang mampu bertahan selama 2 tahun dengan laki-laki yang mempunyai sifat yang tidak bagus. Tapi ketahuilah, cinta itu tak bermain logika tapi bermain hati.
Tapi selama ini pula saya memendam perasaan lelah, sakit, dan entah apalagi. Kadang saya merasa nyaman tapi terkadang pula saya merasa terkekkang dengan sifat posesifnya. Namun di balik sisi buruknya dia punya kelebihan yang tidak semua laki-laki bisa seperti dia, dia tidak romantis, tidak juga pandai berpuisi, tapi dia adalah laki-laki yang setia.
Namun belakangan ini dirinya terasa aneh, saya merasa dia berubah. Entah apa yang membuatnya seperti ini. Mungkinkah ada cewek lain yang di dekatinya. Entahlah, aku sudah tak berani lagi menanyakannya, terakhir kali aku bertanya seperti itu aku malah dia malah marah-marah dan sempat berkata putus. Sakit! Iya sakit banget. Nyesek banget.
“ aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu?”
“apa?”
“ kenapa akhir-akhir ini kamu berubah? Apa udah ada orang lain yang dekat sama kamu?”
“ kalau udah ada orang lain buat apa gue masih peduli sama lo! “
“ aku ngerasa kamu udah berubah, gak kayak dulu lagi “
“ gue berubah juga gara-gara siapa?lo yang gak mau nurut apa kata gue, turutin aja kata temen-temen lo sana! “
Untuk apa selama ini saya mempertahankan hubungan saya, berjuang sendirian, tanpa pernah memikirkan apa semua perasaan saya akan di balas. Sakit memang tapi mau bagaimana lagi, ini adalah resiko yang harus saya jalan.
“Apa artinya kisah kita kalau hanya aku yang berjuang sendiri tanpa ada kamu yang membimbing ku”. 2 tahun berjalan bukan waktu yang sebentar untuk kita menjalani semuanya, sulit bagi saya untuk melupakan ini semua. Tapi saya lelah seperti ini terus, masih banyak yang harus saya jalani bukan hanya hubungan ini. Masa depan saya masih panjang, apa harus saya mengorbankan hubungan ini demi perasaan dan teman-teman saya atau memilih bertahan tapi harus mengorbankan perasaan saya?

Minggu, 24 Agustus 2014

move on



“Engkau yang aku pikir jodohku sekarang telah pergi tanpa sebab yang pasti. Setelah bertahun-tahun kita lalui hari bersama-sama lalu kau hancurkan semua. Ya, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita. Terutama untukmu.”
Mungkin bagi remaja berusia 17 tahun, pacaran itu adalah mainan. Tapi itu tak berlaku untukku. Aku mulai serius pacaran sejak aku masuk SMA, dan sampai kelas XII. Hubungan kami bertahan 22 bulan. Entah apa sebabnya, biarlah ia yang menyesali itu.
Sakit memang sakit, tapi mau bagaimana lagi. Aku gak mungkin memaksakan kehendak ku agar dia tetap di samping ku. Itu ga mungkin dan terlalu jahat untuk orang yang pernah menemaniku hari-hariku. Move on. Aku bukan tipe cewek yang mudah pindah ke lain hati dalam waktu cepat, bagiku butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini.
Ada seseorang yang sangat dekat dengan ku, dia adalah mantanku. Bagiiku dia adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab, dulu aku pernah menyia-nyiakannya bahkan sering. Tapi dia gak pernah bosan-bosan untuk tetap menghubungi dan mencari-cari ku. Aku terkadang kasian melihatnya walau itu semua gara-gara aku. Tapi akhir-akhir ini aku sering memikirkannya walau pun belum lupa sama yang lama, mungkin ini yang dinamakan cinta datang terlambat.
Dia itu laki-laki yang selalu peduli padaku, meski aku sering marah-marah tapi dia satu kali pun tak marah apalagi membentakku. Dia ga pernah buat aku nangis. Sebenarnya dia jauh lebih baik dari semua mantan-mantan ku. Tapi entah kenapa aku tak bisa melupakan mantan ku. Mungkin ini yang di namakan cinta buta.

laptop galau.com



Laptop Galau.com

Kisah ini mirip sama film-nya Dimas Anggara yang judulnya Radio Galau FM tapi ini versi gue. Nama gue Rahmi, panggil aja Rahmi. Gue juga anak SMA, sama kayak di film itu. Tapi cerita gue lebih bikin galau lagi. Gue suka nulis sama kayak Bara, dan hobi gue main laptop berjam-jam di kamar.
Beberapa bulan yang lalu pacar gue pergi, padahal udah hampir 6 tahun kita sama-sama. Dia kaka kelas gue, namanya Syahli. Mungkin bagi cewek lain yang Cuma mandang fisik dia ga akan tahan selama itu, tapi itu bukan gue. Pacar gue ini ga ganteng, ga tajir, juga ga pinter.
Sebelum dia pergi gue sering banget berantem sama dia, akhirnya kita sampai break, ga tau berapa lama yang pasti lama banget menurut gue, selama itu pula dia ga pernah ngabarin gue. Gue pesimis akan hubungan kita, bagi gue dia adalah orang terakhir yang singgah di hati gue. Gue ingat kata-kata dari dia saat dia bilang mau break, dan rasanya itu sakiiit banget.
“ kamu harus bisa hidup tanpa aku, karena ga selamanya kita bisa bersama. Mungkin Tuhan berkata lain. “
“ maksud kamu apa? Kamu mau kita udahan? “
“ mungkin ini jalan yang paling baik, kamu cantik, kamu baik, kamu punya segalanya, kalo kamu sama aku, kamu ga akan bahagia. “
“ dari mana kamu tau aku bahagia atau ga? Yang ngerasain aku. Apa yang kamu sembunyiin dari aku? Apa udah ada yang lain? “. Saat itu juga air mata gue pecah depan dia, udah ga kebendung lagi.
Tapi dia ga jawab sampai akhirnya dia mutusin buat break, sampai kapan? Ga tau, dia ga pernah bilang sampai kapan. Saat itu gue ngerasa ga ada gunanya, apa artinya hubungan ini sampai 6 tahun tapi putus gitu aja karena masalah yang ga tau apa judulnya. Terakhir gue buat status di FB, “ mungkin saat aku udah terbaring di rumah sakit, dengan penuh alat bermacam-macam bentuk yang menempel di tubuh ini. Kau baru sadar betapa berartinya hadirku. “
Tak lama setelah itu ada sms masuk, isinya seperti ini, “ kamu ga tau sakitnya di pasang alat rumah sakit dengan tusukan jarum dimana-mana, jadi sayangi diri kamu, jangan pernah bicara kayak gitu lagi, Tuhan udah kasih kamu kesehatan jadi jangan pernah minta sakit.”
Gue ga tau makna dari pesan itu apa, tapi yang pasti gue seneng banget dia sms gue, gue bales berkali-kali ga pernah di bales. Seperti kata velin di film radio galau, “ aku ga tau lebih sakit mana, di gantungin sama kamu atau di putusin sama kamu “. Kata-kata itu cocok banget buat gue yang lagi di gantungin, ga tau nasib kedepannya gimana.  Tapi gue berusaha mengembalikan hubungan kami seperti semula, tapi gue terlambat.
Siang itu, seminggu setelah kita ketemu gue dapet kabar dari salah sorang temannya. Gue di suruh ke RS, gue ga mau, terus gue di jemput dan di paksa. Sampai di ruang ICU, terlihat jelas di pandangan gue, seseorang yang sangat dan amat gue sayangi terbaring dengan bantuan alat medis terpasang lengkap di dadanya dan detak jantungnya dapat dihitung oleh komputer yang duduk di meja tepat di sampingnya. Air apa yang mengalir di pipi gue, menetes hingga bibir lalu jatuh ke lantai.
Apa ini? Apa ini sinetron atau drama? Peran apa yang sedang gue mainkan? Ya Tuhan, siapa yang harus di persalahkan atas semua ini. 6 tahun gue melukis di atas buku yang dulunya bersih bersama seseorang yang menjadi warna dalam buku itu, 6 tahun juga gue ga tau rahasia sebesar ini dan 6 tahun juga gue di bohongi. Entah perasaan apa yang telah berkecamuk saat itu.
Seketika itu gue pergi pada seseorang di depan gue dengan isak tangis dan penuh kekecewaan. Gue peluk dia, entah berapa lama gue berada di sampingnya, akhirnya dia bangun dengan senyum indah di bibirnya. Tak jelas yang di ucapkannya, tapi gue tau kata terakhir dari ucapannya. “ jangan nakal dan jaga kesehatan, aku sayang sama kamu “, dengan terbata-bata dia mengucapkannya, tatapan mata yang kosong itu membuat gue tak berhenti meneteskan benda putih seperti embun yang keluar dari mata gue.
Jam 21.23, dia tertidur dengan tangannya masih di dalam genggaman tangan gue. Tidurnya itu nyenyak banget, seperti ga pernah ngerasa sakit, beberapa menit kemudian alat seperti komputer yang berada di sampingnya berbunyi *ttiiiiiiiiiiitt*, saat itu senyum gue berasa hambar. Gue tau ini akan terjadi, tapi gue belum siap. Gue ga mampu hidup tanpa dia di sisi gue, gue terpuruk. Bantuan dari dokter udah ga berarti apa-apa lagi.
 Jam 21. 32, detik itu juga gue kehilangan sosok laki-laki yang gue anggap abang, yang gue anggap sahabat, dan pacar gue yang paling berarti dalam hidup gue, yang mewarnai hidup gue 6 tahun tarakhir. Tinta yang dulu punya banyak warna sekarang tinggal warna hitam. Gue lemah, sekolah pun seakan terasa penuh kabut hitam yang menyesakkan dan penuh akan  kenangan yang dulu biasa gue jalanin waktu masih ada dia di samping gue.

Sabtu, 09 Agustus 2014

aku sayang tapi ku pendam



Aku Sayang tapi Ku Pendam

Kenalin sob, nama gue Niko Kusumoatmajo. Gue bukan keturunan jawa, gue keturunan betawi Arab. Gue sekarang lagi naksir cewek, namanya Delina Cleaputri. Dia senior gue. Dia cantik, pinter, gaul, tapi sayang udah punya pacar. Namanya Glen, entah apa nama panjangnya. Setau gue mereka pacaran udah hampir 3 tahun.
Si Nana ini dulunya kaka kelas gue waktu SMA dan SMP, sekarang 1 kampus lagi. Mungkin jodoh kali ye? Dia ga tau kalo gue suka banget sama dia, dia mungkin juga ga tau gue siapa. Tapi gue selalu cari tau tentang dia. Dulu gue pernah sms pacarnya, yang gue tau dia itu sayang banget sama pacarnya, sampe* dia rela ngelakuin apa aja. Menurut gue Glen itu cowok paling bodoh sedunia karna udah nyia-nyiain Nana yang sayang banget sama dia. Kadang* gue kasian liat dia kalo matanya lagi bengkak, itu pasti karna di sakitin si Glen. Kembali lagi, gue dapat nomor Glen dari temen Gue. Pertama gue miscall sampe dia penasaran.
Kriiiiing... nada hape gue berbunyi tanda sms masuk.
  siapa ni? “
“ lo Glen kan? Pacarnya nana? “
“ lo siapa? “
“ ntar lo juga tau gue siapa “
“ oke, lo gebetannya nana ya? Bilang aja! “
“ kalo ada orang lain yang suka sama nana, apa lo akan mutusin dia? “
“ lo ini siapa sih! Kalo lo memang suka sama dia ngmong dong yang gentle! “
Gue terus bikin dia penasaran sama gue. Besoknya pas di kampus gue ketemu nana, gue liat matanya bengkak lagi, gue rasa gue tau, pasti si glen mutusin dia.
“ Glen! Nana sama sekali ga tau masalah ini. Dia juga ga tau siapa gue! Ingat itu. Kalo benar* sayang sama Nana jangan pernah lo buuat dia nangis lagi! “
“ lo ini siapa sih! Ikut campur aja urusan gue! “
“ Gue emang bukan siapa*, gue emang pengecut ga berani bilang kalo gue sayang sama Nana. Gue pingin dia bahagia. Gue kasian liat dia, tiap ada masalah sama lo pasti paginya matanya bengkak. Tolong dong jaga perasaannya dia, dia tu sayang banget sama lo! “
“ emang dasar pengecut lo! Sini dong lo kalo berani tunjukin muka lo ke gue ! “
“ ga perlu. Gue cukup melihat dia bahagia aja gue udah seneng banget, gue ga tega liat di nangis mulu “
Berkali-kali dia maki* gue lewat sms, tapi ga gue bales. Bagi gue itu ga penting, yang penting Nana bahgia itu udah cukup buat gue bahagia.  
Setiap kali nana lewat depan gue, senyum dan tawanya itu manis banget, kaya ga pernah ada masalah, padahal sebenarnya dia cukup sakit hati. Gue sering liat kicauan nya di twitter, yang paling buat gue benci sama si Glen itu, Glen pernah chat dan BBm-an sama cewek, tapi Nana ga pernah bilang ke Glen kalo sebenarnya dia udah tau tentang hal itu. Katanya dia ga ingin memperpanjang masalah. Ya gue hanya bisa meretweet atau memfavorit kan aja.
Kemarin ga sengaja gue lewat depan kelasnya, tapi pas gue liat* dia ga ada. Ternyata dia di belakang gue
“ cari siapa mas? “ dia senyum, dan senyumnya itu manis banget.
“ a.a.a.anu ee ga cari siapa* mbak, Cuma mau liat* aja, hee “ gue grogi sekaligus terkejut
“ oh, yaudah. Saya masuk dulu ya “ dia senyum lagi dan masuk ke dalam. Rasanya gue pengen terbang ke langit ke tujuh pass dia senyum itu. Mungkin kalian berpikir aku ini fanatik, tapi memang benar sih. Mungkin karna saking lamanya gue kagum sama dia.
Terus gue sms dia. Sudah sering sih gue sms dia, tapi gue ga pernah bilang siapa gue.
“ manis, kamu hari ini manis banget. Senyum mu itu ga pernah aku lupain dari dulu.. “
“ hmmm, kamu masih ga kasi tau aku nama kamu? “
“ hehe, iya, maaf ya. Aku Cuma pengen liat kamu bahaga aja kok, asal kamu bahagia aku juga ikut bahagia. “
“ oh iya deh “
Setiap pesan dari dia, selalu aku simpan. Aku juga masih punya sms dia waktu smp dulu.  Bagiku apapun balesannya itu adalah ketenangan.
Aku akan terus berjuang untuk melihatnya bahagia, walau sebenarnya aku sakit melihat dia waktu dia lagi ketawa* sama pacarnya atau di sakitin pacarnya. Tapi aku akan terus ada untuk membuatnya tersenyum. J