Senin, 25 Agustus 2014

Dilema




Dua bulan lagi anniversarry saya dan pacar saya. Tapi hari ini tiba-tiba perasaan saya tidak seperti biasanya. Mungkin karena saya terlalu lelah dengan orang yang egois, posesif, dan arogan. Mungkin bagi kebanyakan orang, saya adalah cewek yang bodoh, yang mampu bertahan selama 2 tahun dengan laki-laki yang mempunyai sifat yang tidak bagus. Tapi ketahuilah, cinta itu tak bermain logika tapi bermain hati.
Tapi selama ini pula saya memendam perasaan lelah, sakit, dan entah apalagi. Kadang saya merasa nyaman tapi terkadang pula saya merasa terkekkang dengan sifat posesifnya. Namun di balik sisi buruknya dia punya kelebihan yang tidak semua laki-laki bisa seperti dia, dia tidak romantis, tidak juga pandai berpuisi, tapi dia adalah laki-laki yang setia.
Namun belakangan ini dirinya terasa aneh, saya merasa dia berubah. Entah apa yang membuatnya seperti ini. Mungkinkah ada cewek lain yang di dekatinya. Entahlah, aku sudah tak berani lagi menanyakannya, terakhir kali aku bertanya seperti itu aku malah dia malah marah-marah dan sempat berkata putus. Sakit! Iya sakit banget. Nyesek banget.
“ aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu?”
“apa?”
“ kenapa akhir-akhir ini kamu berubah? Apa udah ada orang lain yang dekat sama kamu?”
“ kalau udah ada orang lain buat apa gue masih peduli sama lo! “
“ aku ngerasa kamu udah berubah, gak kayak dulu lagi “
“ gue berubah juga gara-gara siapa?lo yang gak mau nurut apa kata gue, turutin aja kata temen-temen lo sana! “
Untuk apa selama ini saya mempertahankan hubungan saya, berjuang sendirian, tanpa pernah memikirkan apa semua perasaan saya akan di balas. Sakit memang tapi mau bagaimana lagi, ini adalah resiko yang harus saya jalan.
“Apa artinya kisah kita kalau hanya aku yang berjuang sendiri tanpa ada kamu yang membimbing ku”. 2 tahun berjalan bukan waktu yang sebentar untuk kita menjalani semuanya, sulit bagi saya untuk melupakan ini semua. Tapi saya lelah seperti ini terus, masih banyak yang harus saya jalani bukan hanya hubungan ini. Masa depan saya masih panjang, apa harus saya mengorbankan hubungan ini demi perasaan dan teman-teman saya atau memilih bertahan tapi harus mengorbankan perasaan saya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar