Sabtu, 09 Agustus 2014

dilema



Kangen Mantan

Aku april, anak yang eksis dan menarik, kata teman ku sih. Aku sekolah di salah satu SMA favorit di Jakarta. Siapa yang tidak mengenal ku, mulai dari adik kelas sampai kakak kelas. Mungkin karena aku mudah bergaul dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Aku anak paskibra, anak basket, juga wakil ketua OSIS.
“kak april..” kata adik-adik kelas pada ku. Aku hanya membalas nya dengan senyum. Saat di kantin aku bertemu setyo, dia pacarku dan kakak kelas ku.
“hai pril” sapanya sambil tersenyum dan dia menghampiriku.
“ hai, kamu ngapain disini?” tanyaku pada setyo.
“ aku mau makan siang, makan bareng yuk?”
“ iya boleh deh”. Jawab ku sambil tersenyum. Saat kami sedang makan,  banyak adik kelas maupun kakak kelas yg menyapa ku, kecuali alif mantan ku. Setyo cemburu melihat itu, dia memang begitu. Dia ga suka melihat aku dekat dengan laki2 lain selain dia.
Teeett...teeett...teeett...tteeett...
Bel sekolah berbunyi 4 kali, itu berarti saat nya pulang. Saat di parkiran aku bertemu alif, aku tak sengaja menabraknya karena saat itu aku sedang mencari kunci mobilku. Dia tak berkata apa2, aku pun hanya diam. Seolah tak saling mengenal. Aku mengenalnya sejak SMP, saat itu aku kelas 3 SMP. Dia minta pin BB ku dan seperti biasa kami BBM-an, telpon2an. Yaa layak nya orang yg sedang PDKT. Sebulan setelah aku mengenalnya dia menembak ku, aku tak langsung menjawab, tapi dia selalu meyakinkan aku. Akhirnya aku pun menerimanya. Hubungan kami tak berlangsung lama hanya 4bulan setelah itu kami putus karena salah paham, lalu dia jadian dengan sahabat ku. Hal itu yang membuat aku benci saat mengingatnya. Tapi sekarang aku sudah punya setyo, dia orang yg baik dan perhatian, sepertinya dia sangat menyayangiku, sudah hampir 2 tahun kami pacaran, tapi sampai saat ini bayangan alif masih saja terlintas di fiikiran ku. Terkadang saat liat foto2 kami dulu, saat ingat masa2 indah bersamanya, aku suka kangen sama dia. Tapi sudahlah, aku tau dia sekarang sudah punya pacar.
Malam ini aku sangat sibuk, ada tugas sekolah yang harus ku kerjakan dan besok harus selesai. Sampai tak ku sadari ternyata HP ku berdering. Jam sudah menunjukkan pukul 02.09, aku pun sudah mengantuk. Sebelum tidur kebiasaan ku mengecek HP, setiap ku buka HP pasti selalu ada pesan, mungkin itu dari adik kelas atau siapa pun aku tak tau. Tapi kali ini beda, aku merasa tak asing dengan nomor ini, dia menelponku sampai 17 kali, dan meninggalkan pesan.
“ Pril, apa kabar kamu sekarang?”. Isi pesan dari nomor itu.
“Ah, mungkin itu dari orang yang iseng saja” pikirku dalam hati. Aku pun segera tidur.
“ Pril, jangan lupa sarapan ya? “ dari nomor yang semalam sms aku. Aku bingung, aku merasa aku mengenal nomor ini. Tapi aku tak mau ambil pusing, aku langsung berangkat sekolah.
“ kak april, di suruh ke taman sama kak... kak apa ya namanya?”
“ oh iya dek, makassih ya. Nanti kakak ke sana. “
Aku tak kesana, ku pikir palingan Cuma orang iseng seperti biasa.
“sayang, ini sarapan buat kamu” kata setyo mengagetkan ku.
“ oh iya makasih ya” ucapku pada setyo. “oh, ternyata setyo yg sms aku tadi pagi” aku berbicara dalam hati.
“aku sarapan dulu ya, kamu ke kelas sana”.
“iya aku ke kelas sekarang, bye bye april.”
Ping... Ping... Ping...
BBM ku berbunyi, dari seseorang yang namanya “ mantan “. Lalu dia ku PING balik. Tak biasanya aku seperti itu. Saat ku lihat namanya aku sangat berharap itu adalah alif. Dalam hati ku bertanya, “ salah kah aku merindukan mantan? “
Dia lalu membalasku dengan emot peluk, aku kaget.
“kenapa emot nya itu” kata ku membalasnya. Dia tak membals lagi.
Saat aku sedang latihan basket ku lihat alif lewat, aku tau hari ini dia ada ekstra sepakbola. Aku terpesona melihatnya, seperti saat pertama ku lihat dia dulu.
Aku jadi ga fokus main bassket, fikiran ku kemana-mana, padahal di depanku ada setyo yg memberi ku semangat. Mungkin hubungan yang lama dengan setyo tak menjamin aku dapat melupakan alif.
“ Pril, tangkap bola nya! kok jelek banget kamu maiinnya “ kata pelatih ku.
“ maaf pak, saya sedang capek, juga kurang enak badan.”
“ sebaiknya kamu istirahat saja”
“ terima kasih pak, tapi saya tetap latihan saja”
“oh baik lah, tapi konsentrasi ya” katanya, aku berusaha untuk konsentrasi. Tapi konsentrasi ku buyar lagi setelah ku lihat alif lewat lagi menghadap pelatihku. Aku tak tau apa yang mereka bicarakan, cukup lama dia berada di dekat ku.
Prooog.. sesuatu mengenai kepala ku. Tiba-tiba saat aku bangun aku sudah berada di UKS dan yg pertama kali ku lihat adalah alif. Dia berda di belakang setyo, tapi saat ku lihat lagi dia sudah tidak ada di situ.
“aku kenapa?” kata ku bingung
“tadi kepala kamu kena bola sayang” kata setyo
“ oh, sakit sekali, aku pusing. “
“ kita ke rumah sakit ya?”
“ ga usah set, anterin aku pulang aja yuk?”
“iya2, aku anterin kamu sekarang.”


Tiiit..tiiit... panggilan masuk.
“ halo, ini april kan? “ kata seseorang di seberang sana.
“iya aku april, ini siapa ya?”
“ oh, gimana keadaan kamu? Udah baikkan belum?”
“udah, ini siapa ya?”
“ ini aku, alif. “ mendengar itu aku kaget, dan tiba2 mataku berkaca-kaca, entah itu bahagia atau sedih aku pun tak tau.
“ pril, kok diem?”
“ngapain kamu nelpon aku? Nanti pacar kamu marah”. Jawab ku ketus, seolah tak ingin dia menghubungiku lagi.
“ aku ga punya pacar kok, aku single sekarang”
“aku ga percaya, kamu selalu begitu kalo ditanya soal pacar”
“benar aku ga punya pacar, aku baru aja putus” jawabnya sambil meyakinkan aku.
Semakin lama kami mengobrol, semakin asyik saja rasanya, sampai tak ku sadari ternyata ade sms dari setyo dan itu bukan sekali, tapi berkali kali. Namun tak ku hiraukan itu, aku hanya ingin menghabiskan malam ini bersama alif, aku kangen sekali  padanya dan malam ini seakan obat untuk ku.
“april, pinjam hape ya? Aku mau sms mama ku, soalnya aku gak punya pulsa” kata ria teman sekelas ku. Aku pun mempersilakannya.
“makasih ya.” Ucap nya setelah meminjam hape ku, dia pun pergi keluar. Tak lama setelah dia keluar aku pun berjalan keluar menuju kelas setyo untuk minta maaf masalah semalam. Saat di perjalanan tiba tiba semua orang melihat ku, seperti raut muka heran, bingung atau apapun. Saat aku tiba di kelass setyo, setyo tak menyapa ku seperti biasa. Dia tak menghiraukan kedatangan ku. Aku pun menghampiri nya.
“ set, aku mau bicara sebentar?”
“ bicara apa? Bicara aja sekarang ! “ jawabnya ketus, aku bingung. Tak biasanya dia seperti ini padaku.
“ kita ke taman bentar, ada yang mau aku omongin masalah semalam.”
“ bro, aku ke taman bentar ya”. Katanya pada teman2nya. Sesampainya di taman dia tak berkata apa2.
“ set, aku minta maap ya, semalam aku gak bisa balas sms kamu, karna aku...” belum sempat aku menyelesaikan omonganku, setyo langsung momotong omongan ku.
“ kamu kemana semalam? Belajar ha? Atau telfon2an sama mantan, atau sms-an sama mantan! Mau alsan apa kamu?” dia membentakku. Baru kali ini dia membentakku, aku terkejut, darimana dia tau.
“ kata siapa? Kamu jangan ngarang ya? “
“ ga, aku ga ngarang! Emang benar kan, semalam alif nelfon kamu kan, kamu juga sering sms-an dan bbm-an sama dia kan? Apa kamu masih sayang sama dia! Kamu jujur aja sama aku, untuk apa kita jalanin semua ini bertahun tahun kalo kamu masih terikat dengan masa lalu kamu. aku kecewa sama kamu! “
“ set, aku minta maaf. Aku sayang kok sama kamu, aku juga cinta sama kamu. aku sama alif ga ada apa2. Kami Cuma teman aja.”
“ iya teman, teman nelfon maksud kamu ! ah sudahlah, kamu mau hubungan kita berakhir, iya aku akhirin sekarang. Kita putus! Puas kamu? inikan yang kamu mau” ku lihat sesuatu menetes membasahi pipinya, aku tak menyangka dia akan berkata itu, padahal selama ini dia yang selalu mempertahankan hubungan kami.
“ tapi set, aku sayang kamu, aku gak bisa jauh dari kamu” aku memeluknya dari belakang. Dia berpaling dan menatap ku.
“ pril, kamu lihat mata aku. Aku ga pernah nangisin cewek, tapi kali ini beda pril, aku ga bisa nahan air mata ini. Aku sayang sama kamu, aku ga ingin kehilangan kamu pril, apa pernah aku bohong sama kamu? apa pernah aku selingkuh dari kamu? jawab pril!”
“ iya aku minta maaf ya sayang, aku juga sayang banget sama kamu. aku ga ada maksud buat selingkuh kok. Maafin aku ya? Aku janji ga akan ngulangin nya lagi. Aku janji, tapi kamu juga harus janji jangan ngomong putus lagi” jawabku sambil menangis.. aku baru sadar bahwa selama ini hanya setyo yang ada di sampingku saat aku susah, alif Cuma datang saat dia sedang tidak punya pacar. Setyo pun memelukku.
“ iya, kamu janji ya jangan gitu lagi. Aku sayang banget sama kamu. kamu jangan coba2 selingkuh. Aku takut kehilangan kamu, kamu jangan nangis lagi, aku ga bisa kalo harus liat kamu nangis. “
“ iya aku ga nangis lagi. “ aku pun tersenyum. Kami kembali ke kelas dengan bergandengan.
Mulai saat itu, aku tidak lagi memperdulikan alif dan saat setyo memanggil ku dengan sebutan sayang, aku juga membalasnya dengang sebutan sayang juga. Aku mulai belajar menerima setyo dengan sepenuh hati ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar