Lagi rajin ngeblog nih, 2 hari berturut-turut update terus. Bukan gak ada kerjaan, sebenarnya banyak. Tapi aku lagi malas, aku masih ingin bercerita tentang kita, aku masih ingin membahas rindu dan masa lalu.
Akhir-akhir ini aku sering berdebat denganmu. Padahal itu tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan. Tapi jujur saja, aku selalu dibuat geli oleh mu ketika kau mulai marah dan mengalah. Aku selalu menikmati perdebatan itu dengan tersenyum, yah walaupun kadang nangis juga sedikit. Aku hanya mencari pembicaraan yang tidak itu-itu saja. Harusnya kau mengerti. Tapi kenapa kau tak mengerti-mengerti?
Terkadang disaat-saat seperti itu aku jadi kepikiran untuk mencari teman yang lebih asyik, chat mantan misalnya?
Kamu tau gak, mantan ku itu suka datang di waktu yang tepat. Maaf ya soal ini aku gak pernah cerita, maaf hihi. Kali ini aku beneran merasa salah. Tapi kamu jangan nyalahin aku doang, mungkin dia rindu dan pengen ngobrol aja sama aku. Aku yakin kamu pasti juga gitu, pasti suka rindu juga ke mantan kamu. Soalnya aku juga gitu. Kadang tiba-tiba aja rindu sama dia, padahal gak lagi ngapa-ngapain. Tiba-tiba aja pengen ngobrol dan becanda sama dia.
Aku udah move on loh ya. Udah dari lama.
Rindu sama mantan yang kita sendiri udah move on itu kayak rindu ke teman lama yang udah lama gak ketemu. Rindu tapi bukan pengen balikan, atau masih ada rasa, ini cuma rindu yang sekedar pengen bertemu, ngobrol lalu bercerita apa-apa yang udah terjadi setelah kita tidak bersama lagi, bernostalgia dengan masa lalu yang kadang masih suka teringat ketika lewat jalan yang pernah dilewatin dulu. Ya gitu aja sih.
Aku kadang kalau lagi rindu mantan itu ya ngayal aja, soalnya kenangan aku sama dia jarang diabadikan lewat foto. Aku ini pemalu, kamu harus tau. Kalau kemana-kemana kamu harus foto aku diam-diam biar hasilnya bagus. Ini serius yang. Etcie yang.
Aku kalau sama kamu suka bilang "yang" walau di depan orang lain. Waktu sama mantan gak pernah, boro-boro bilang "yang", bilang aku sayang kamu secara langsung juga kayakya gak pernah. Aku pemalu, dia pemalu. Aku gengsi, dia lebih gengsi. Sumpah ini perpaduan yang sebenarnya sangat dipaksakan untuk cocok.
Tapi aku bersyukur pernah dikenalkan dengan orang seperti dia. Aku banyak belajar tentang kedewasaan dari dia. Setahun lebih sama dia aku tau gimana sakitnya dikekang, gimana susahnya menjaga jarak dengan teman, bersama dia juga aku banyak belajar kesederhanaan dalam hubungan. Perjuangan aku sama dia bisa diliat di
Dear Mantan . Iya emang perjuangan banget.
Makanya aku selalu bersyukur dipertemukan dengan mu. Terima kasih untuk 3 tahun ini. Terima kasih telah bersabar menghadapi ku yang masih kekanak-kanakan ini. Terima kasih.