Tadinya aku mau bercerita tentang masa depan, eh lupa kalau masa laluku tidak terlalu buruk juga untuk ku banggakan.
Sekarang adalah tahun ketiga aku menjalani hidup sebagai kekasihmu. Itu bukan waktu yang sebentar. Dan cukuplah untuk membuat ku bosan pada pesan-pesan singkatmu yang membuatku ingin mengabaikannya saja. Namun tak kulakukan, tidak enak saja rasanya mengabaikan. Kita setiap hari membahas hal yang bagiku sangat tidak penting.
Kamu sibuk dengan pekerjaanmu, sedang aku sibuk dengan kuliahku. Sebenarnya tidak, aku hanya mencari alasan.
Bukan aku sudah tidak sayang, bukan rasaku sudah punah, tidak! Kau harus tau bahwa itu tidak benar! Aku masih untukmu. Jangan lagi kau tanyakan, aku malas menjawabnya. Yang ku mau cuma 1. Jadilah asyik. Seperti kau dulu, seperti pertama kau menyapaku di Februai 2015.
Sejak awal aku tau ini akan terjadi. Sama seperti yang lainnya. Makanya aku tak terlalu menaruh harapan ingin dibahagiakan setiap hari olehmu. Jujur saja, dari semua hubungan yang pernah ku jalani, denganmu aku lebih tenang, denganmu aku lebih bisa jujur.
Aku suka bercerita masa lalu ku dengan mu, semata-mata aku ingin tau reaksimu. Terkadang aku juga ingin membanggakan, "dulu, ada loh yang sayang sama aku". Yang lalu diakhiri dengan kita bertengkar.
Aku suka caramu mengalah lalu bilang "maaf ya, yaudah iya aku yang salah", walau aku tau arti dari maafmu itu bukan mengaku salah, kau hanya menyindirku.
Aku suka caramu marah tanpa memaki dan tidak berkata "udahan aja kalo gitu".
Membahasmu membuat ku rindu.
Nanti lagi ku lanjutkan. Aku sedang rindu dan ingin tidur. Sekarang sudah pukul 00.47
Sekarang adalah tahun ketiga aku menjalani hidup sebagai kekasihmu. Itu bukan waktu yang sebentar. Dan cukuplah untuk membuat ku bosan pada pesan-pesan singkatmu yang membuatku ingin mengabaikannya saja. Namun tak kulakukan, tidak enak saja rasanya mengabaikan. Kita setiap hari membahas hal yang bagiku sangat tidak penting.
Kamu sibuk dengan pekerjaanmu, sedang aku sibuk dengan kuliahku. Sebenarnya tidak, aku hanya mencari alasan.
Bukan aku sudah tidak sayang, bukan rasaku sudah punah, tidak! Kau harus tau bahwa itu tidak benar! Aku masih untukmu. Jangan lagi kau tanyakan, aku malas menjawabnya. Yang ku mau cuma 1. Jadilah asyik. Seperti kau dulu, seperti pertama kau menyapaku di Februai 2015.
Sejak awal aku tau ini akan terjadi. Sama seperti yang lainnya. Makanya aku tak terlalu menaruh harapan ingin dibahagiakan setiap hari olehmu. Jujur saja, dari semua hubungan yang pernah ku jalani, denganmu aku lebih tenang, denganmu aku lebih bisa jujur.
Aku suka bercerita masa lalu ku dengan mu, semata-mata aku ingin tau reaksimu. Terkadang aku juga ingin membanggakan, "dulu, ada loh yang sayang sama aku". Yang lalu diakhiri dengan kita bertengkar.
Aku suka caramu mengalah lalu bilang "maaf ya, yaudah iya aku yang salah", walau aku tau arti dari maafmu itu bukan mengaku salah, kau hanya menyindirku.
Aku suka caramu marah tanpa memaki dan tidak berkata "udahan aja kalo gitu".
Membahasmu membuat ku rindu.
Nanti lagi ku lanjutkan. Aku sedang rindu dan ingin tidur. Sekarang sudah pukul 00.47
Tidak ada komentar:
Posting Komentar