Rabu, 18 Februari 2015

dilema



Saat gue nulis ini, gue lagi gak tau apa yang sedang gue pikirin tapi gue sangat ingin bercerita. Sekarang gue lagi galau, gatau galauin apa, yang pasti bukan tentang cowok. Gue hanya sedang berpikir “bagaimana masa depan gue?” dan “apa yang harus gue lakuin setelah gue lulus SMA nanti?”. Jujur aja, gue bukan berasal dari keluarga yang mampu, yang bisa minta apa aja, mau kuliah dimana aja, gue gak kayak gitu. Keluarga gue biasa aja, bokap gue Cuma seorang koki yang menjadi TKI di Malaysia dan nyokap gue Cuma ibu rumah tangga biasa.
Gue cukup mempunyai prestasi di sekolah, gue selalu menjadi juara kelas, kecuali semester 2, 4, dan 5. Dari hati yang paling dalam, gue pengen banget kuliah walaupun sampai sekarang masih belum pasti mau kuliah apa, tapi keadaan memaksa gue untuk pasrah. Kalau gue lulus SNMPTN mungkin gue bakal kuliah, tapi kalau enggak ya gue juga gak bisa maksa kedua orang tua gue supaya bisa buat gue kuliah, gue gak seegois itu.
Sebenernya, akhir-akhir ini gue sedang berpikir untuk menjadi seorang pengusaha karena termotivasi oleh acara talkshow yang mengundang usahawan-usahawan yang salah satu diantaranya pria muda yang sukses di umur 18 tahun. Saat itu ide-ide gue berkembang, fikiran gue mulai kesana kemari memikirkan cara untuk menjadi sukses. Karena skill nyokap gue di jahit, gue jadi pengen kerja dan nabung buat beli mesin jahit, lalu buka usaha menjahit kecil-kecilan karena hal besar bermula dari hal kecil.
Sahabat gue, Eka, kebetulan nyokapnya juga seorang penjahit jadi dia disuruh untuk kursus jahit kalo dia gak kuliah. Nah tuh, peluang besar untuk gue dan Eka menjadi usahawan muda. Gue juga berpikir, kalo usaha ini berhasil gue bakal buka usaha lain misalnya buat boneka murah sebagai kado ulang tahun. Menurut gue usaha ini akan mendapat peluang besar dipasaran karena di kota gue masih jarang jual boneka yang murah.
Gue juga udah memperhitungkan kalo-kalo ini akan rugi, tapi nyokap gue gak akan bangkrut karena dia bisa buka usaha jahit. Yang jadi pengahalang hanyalah tempat tinggal gue yang sebentar lagi bakalan pindah di kampung yang jauh dari pasar. Tapi kalo ini udah jadi takdir gue untuk sukses, insyaAllah Allah akan membukakan jalan untuk gue. yang gue inginkan hanyalah bekerja dengan uang yang halal biar gue bisa naikin haji kedua orang tua gue, keluarga gue yang lain, baru setelah itu gue dan adik-adik gue serta sahabat-sahabat gue. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar