Minggu, 07 September 2014

teringat mantan

Banyak hal yang membuat ku kagum padamu. Hanya kamu yang mampu membuat ku meneteskan air mana haru saat di dekat dengan mu. Cara mu mendekati ku, cara mu menjaga ku, dan cara mu menatap ku itu terasa berbeda. Ku tau, cinta itu masih ada, hanya kau tak ingin mengungkapkannya. Bukan karena gengsi tapi itu lah caramu menjaga ku.
Kau berubah, menjadi tak seperti dulu. Yang selalu memberi ku kabar setiap waktu. Tapi aku menghargai perubahanmu bahkan aku menyukai perubahan itu. Karena aku yang menginginkan kau berubah, menjadi orang yang rajin beribadah tanpa aku minta sekali pun. Ternyata kau mendengar ku, dan Tuhan pun meridoi itu. Aku bersyukur hingga saat ini aku masih di beri kesempatan dekat dengan mu. Walau terkadang aku mencari-cari keberadaan mu saat kau menghilang tanpa ada kabar.
4 tahun kau memperjuangkan rasa mu untuk ku, namun mengapa baru saat ini ku sadari kau lah yang terbaik. Dalam 4 tahun itu pula kau menjaga perasaan itu, sekarang aku ingin ikut berjuang menjaga perasaan kita, penantian kita hampir sampai. Ku harap kau adalah persinggahan terakhir hati ku yang telah Allah titip kan, karena aku berharap dengan sungguh kau akan menjadi pendamping ku.
Terima kasih ya Allah telah mengenalkan dia pada ku, telah menjaga perasaannya untuk ku hingga saat ini. Ya Allah ku sayang dia, ku cinta dia, jaga dia untuk masa depan ku. Jaga hati kami ya Allah, jadikan dia imam untuk ku dan untuk keturunan ku kelak. Jika dia lebih baik dari ku, maka baikkanlah aku ya Allah. Namun jika aku lebih baik darinya, jadikan ia yang terbaik ya Allah.
Tak pernah sebelumnya ku temukan seorang laki-laki yang menangis di hadapan ku, langsung di depan ku. Saat itu aku sadar kau memang yang terbaik. Kau lah Anugerah. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur pada Mu ya Allah.
1 kalimat istimewa dari mu, yang tak bisa ku lupakan. Ucapan selamat tidur mu itu.
“ Da.... malam ca “ hanya itu, tapi bagi ku itu penuh makna. Makna yang dalam, yang tak dapat orang lain simpulkan.  Tanpa ada emoticon cium atau peluk. Mungkin bagi mereka kata-kata itu adalah sesuatu hal yang biasa tak ada yang spesial, tapi menurutku itu bukti bahwa kau sangat menjaga hati mu dan hati ku. Aku tau itu.
Tuhan, jaga perasaan ku untuknya. Untuk dia yang selalu menunggu ku walau terkadang aku menyakitinya. Jaga shalatnya, jaga hati nya dan lindungi dia. Ku mohon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar