Minggu, 09 November 2014

Sulit Untuk Ku Jelaskan



Perasaan yang sulit untuk dijelaskan ini semakin hari semakin berkembang. Terlebih lagi jika dia bersikap manis, maka rasa ini semakin berkecamuk di hati. Entah apa yang membuat ku begitu menggilainya, sampai aku enggan untuk menyerah. Aku merasa kehilangan jati diriku yang sebenarnya.
Perasaan yang sulit dijelaskan ini membuatku seperti menjadi orang lain. Orang yang bahkan tidak aku kenal. Jangan tanya kenapa, karena aku sendiri tidak tahu jawabannya.
Dia, dia yang dulu tidak pernah membuatku menangis. Sekarang dia berubah, aku juga tidak mengenalnya yang sekarang. Tapi betapapun dia sudah membuatku meneteskan air mata karena merindukan pesan-pesan singkatnya, suaranya dari ujung telpon, bahkan wajahnya namun aku tidak pernah membencinya. Sempat aku berpikir untuk mundur tapi ku akui aku tak bisa benar-benar menjauhinya walau terkadang aku marah dan kesal.
Jujur, ini memang sakit tapi lebih sakit lagi untuk menjauh dan membuang perasaan yang sudah ku perjuangkan sejauh ini. Aku hanya bisa berharap bahwa Allah dapat menjamah doa-doaku agar penantian ku tak jadi sia-sia.
Untuk saat ini, aku hanya berpikir apakah dia juga merasakan hal yang sama sepertiku? Atau hanya aku yang berjuang sendiri? Aku tak punya keberanian untuk mengatakan apa yang ada dalam hatiku, aku hanya mampu membuat isyarat yang mudah untuk dipahaminya agar dia tahu sedikit isi hatiku. Aku tak menuntut dia selalu berkata “I LOVE YOU” padaku, tapi tahukah dia namanya selalu ku sebut disela pembicaraanku bersama teman-temanku, aku bahkan selalu berkata kepada mereka “AKU SAYANG DIA, AKU SAYANG .....(namanya)”.
Suatu saat, aku pasti akan meninggalkanya. Ya, dia pun tahu itu. Aku hanya ingin dia menjaga perasaannya, menjaga hatinya, menjaga dirinya dan menjaga sholatnya jika memang dia masih mempunyai perasaan yang sama seperti ku. Jikapun tidak, aku juga tidak akan memaksanya untuk membalas perasaanku, cukuplah aku pergi dan benar-benar pergi saat dia berkata dia tak mempunyai perasaan apa-apa padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar